![]() |
| Pasangan Malaysia-Indonesia.(foto:Decky I) |
Memulai perjalanan dari stasiun Bukit Bintang, sudah terlihat gerombolan dari kedua suporter tim. Suporter timnas Garuda seperti biasa dominan dengan jersey berwarna merah. Walau pun juga, ada beberapa suporter yang mengenakan jersey kedua timnas Garuda berwarna putih. Begitu pun dengan suporter Malaysia, gerombolan dengan jumlah lebih banya k, terbagi dalam dua warna jersey kuning dan biru.
Kabar yang terdengar di Indonesia, seolah lebih panas dari pada pemandangan yang terlihat di Negeri Jiran sendiri. Di Indonesia, para politisi Tanah Air seolah asyik berbicara dan mengutuk apa yang telah di lakukan suporter Malaysia kepada suporter timnas Indonesia. Tapi sungguh, apa yang mereka sampaikan tidak seperti apa yang terlihat di sini.
Suporter Harimau Malaya bersorak, berteriak, serta begitu yakin jika tim dukungannya adalah yang terbaik. Tapi hal serupa tidak kalah berbeda dengan apa yang dipertontonkan para pendukung timnas Garuda. Seolah tidak mau kala h, para pendukung timnas Garuda pun berteriak, bersorak, dan tidak kalah yakinnya dengan apa yang coba ditunjukan para suporter tim lawan.
"Di sini aman-aman saja. Walau kami tetap waspada, lihatlah kami di sini bebas berekspresi dan tentu dengan tidak melanggar aturan-aturan yang ada. Ini sepak bola, kita semua berbicara soal fanatisme. Walau berbeda, kami coba untuk saling menghargai," ungkap Andi Zaenal, seorang suporter timnas Garuda, yang juga sebagai mahasiswa di Negeri Jiran.
Gelombang pertemuan suporter lebih besar, terlihat di Stasiun Hang Tuah. Stasiun pengganti dari Bukit Bintang menuju Bukit Jalil. Di stasiun ini, gelombang penonton lebih besar pun terlihat. Tapi, ya itu tadi, walau mereka melepaskan semua ekspresi dalam memberikan dukukang kepada tim masing-masing, aroma persahabatan pun tetap terjalin.
Atmosfer luar biasa pun terasa, saat kereta yang ditumpangi tiba di stasiun Bukit Jalil. Seperti ombak dengan paduan warna yang indah terlihat. Merah, Kuning, Biru, dan sedikit putih jadi pemandangan yang mengasikan. Kembali nyanyian pun dikumandangkan, suporter Malaysia yang kali ini terlihat sangat dominan menguasai kegemuruhan di stasiun Bukit Jalil. Tapi sekali lagi, tidak ada permusuhan, tidak ada gesekan apapun. Kedua suporter tetap bisa saling menghargai.

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !