
Montpellier sebetulnya mendominasi jalannya pertandingan. Ini terlihat dari jumlah peluang on target yang dimiliki mereka. Sebanyak 10 kali sepakan mengarah ke gawang sukses dikreasi, sementara upaya off target, statistik mencatat sebanyak 20 kali sempat dibuat oleh mereka. Sayang, serangan-serangan Montpellier cenderung tidak efektif.
Sepanjang babak pertama, kedua tim sama-sama bermain rapat dan cukup hati-hati. Alhasil, skor kacamata menghiasi lan gkah kedua tim memasuki ruang ganti.
Montpellier dan Schalke mulai memanas empat menit sebelum laga bergulir satu jam, dan dalam tempo itu pula dua gol tercipta.
Benedikit Howedes lebih dulu membawa tim tamu unggul. Gol bermula saat Schalke mendapatkan tendangan bebas, Christoph Metzelder menyambut umpan dari situasi bola mati itu dengan sundulan, bola lalu mengarah ke Howedes dan dari jarak dekat dia meneruskan dengan tandukannya. 1-0 Schalke di atas angin.
Akan tetapi, kegembiraan publik tuan rumah tidak berlangsung lama. Montpellier hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menyamakan skor melalui aksi Emanuel Herrera. Sebuah sepakannya di mulut gawang tak dapat dihentikan kiper Timo Hildebrand. Sampai wasit meniupkan peluit panjang, kedudukan sama kuat 1-1 bertahan.
Dengan demikian, Schalke kini menorehkan poin 12 sebagai juara grup sekaligus menyingkirkan Montpellier dari pentas antaklub terelite Eropa ini.
Sumber: goal indonesia
Keyword :
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !