Berlin - Pihak Bundesliga buka suara terkait terkuaknya skandal pengaturan pertandingan sepakbola di seluruh dunia. Mereka menjamin dua level teratas di liga mereka bebas dari skandal.
Seperti diberitakan sebelumnya, satuan kepolisian Uni Eropa, atau yang dikenal dengan Europol, mengungkapkan hasil penyelidikan mereka. Sebanyak 680 pertandingan, baik di level tim nasional maupun tingkat klub, dicurigai telah disusupi oleh sindikat pengatur pertandingan.
Pertandingan-pertandingan yang dicurigai melibatkan aktivitas kriminal dimulai dari tahun 2008 sampai 2011. Pertandingan-pertandingan yang disusupi itu antara lain di Kualifikasi Piala Dunia dan Kualifikasi Piala Eropa, juga di ajang Liga Champions.
Presiden Liga Jerman (DFL), Reinhard Rauball, mengakui bahwa omset judi pertandingan sepakbola sangat besar. Namun, dia menjamin Bundesliga I dan Bundesliga II bebas dari serangan skandal pengaturan pertandingan.
"Berdasarkan pengetahuan kami, Bundesliga dan Bundesliga II tidak terpengaruh," ujar Rauball yang dikutip
"Tapi, pihak-pihak yang tahu bahwa bisnis judi memiliki omset bukan cuma ribuan atau jutaan, tapi miliaran (euro), bisa menduga bahwa sindikat kriminal akan membangun bisnis mereka di sana dan mendapatkan keuntungan dari itu," tambahnya.
Di masa lalu, Jerman pernah dihantam skandal pengaturan pertandingan. Mantan wasit Robert Hoyzer dihukum dan dipenjara karena mengatur pertandingan pada tahun 2005 atas nama kelompok kriminal yang dipimpin oleh Ante Sapina, yang dijatuhi hukuman hampir tiga tahun penjara.
Sapina dan saudaranya, Milan, kembali ditangkap pada tahun 2009 karena keterlibatan mereka dalam kasus serupa. Saat itu, banyak pertandingan di Liga Jerman, terutama divisi bawah, telah diatur atau diduga telah diatur.
< br />
( mfi / cas )
Via: Petinggi Bundesliga: Liga Kami Bebas Match-Fixing
0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !